Ilmu Akuntansi Keperilakuan
Dibuat untuk memenuhi tugas PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2019
Disusun
Oleh :
Ifah
Sarifatusya’adah
S1
Akuntansi
Kelompok
2 (Suku Mandailing Sumatra Utara)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
2019-2020
KATA PENGANTAR
Terima
kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena saya dapat diberikan kesempatan untuk
membuat makalah Akuntansi yang berjudul Ilmu Akuntasi Keprilakuan. Saya berharap
makalah ini dapat menjadi acuan dan pembelajaran bagi diri saya sendiri dan
juga bagi mahasiswa/I lain untuk terus memahami dan mengetahui tentang Ilmu
Akuntansi Keprilakuan. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari berbagai
pihak sangat diharapkan demi perbaikan-perbaikan kedepannya.
Karawang, 24 Agustus 2019
Ifah Sarifatusya’adah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………….
i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………….
ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ……………………………………………………………………………….
1
B.
Rumusan Masalah ………………………………………………………………………….
1
C.
Maksud dan Tujuan
Umum …..………………………………………………………..
2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Umum Akuntansi…………………………………………………………..
3
B.
Pengertian Menurut Para Ahli…………………………………………………………
3
C.
Dasar-Dasar Ilmu Akuntansi keprilakuan……………………………………….. 5
D.
Mempertimbangkan aspek keprilakuan terhadap akuntansi…………..
7
E.
Lingkup dan sasaran hasil ilmu keprilakuan……………………………………. 9
F.
Lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan……………………..
9
G.
Akuntansi Manajemen……………………………………………………………………. 9
H.
Keperilakuan dalam Akuntansi Manajemen Budgeting………………….. 10
BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi karena proses dari
akuntansi manajemen akan menghasilkan informasi. Pembuat informasi atau
pengguna sistem informasi adalah manusia (bisa para manajer, investor,
pemerintah, dan user lainnya yang berkepentingan dengan informasi tersebut).
Keberhasilan suatu sistem informasi tak lepas dari perilaku manusianya.
Perkembangan akuntansi tak lepas dari perilaku. Mendesaknya kebutuhan akuntansi
dan pentingnya peranan manusia dalam bidang akuntansi maka dengan mengadopsi
bidang-bidang ilmu lainnya, seperti ilmu psikologi dan sosial, lahirlah
akuntansi keperilakuan. Akuntansi keperilakuan akhirnya diakui keberadaannya
dan banyak bukti empiris yang dihasilkan oleh para peneliti yang ikut
memperkuat bidang akuntansi keperilakuan.
Akuntansi manajemen sangat erat berkaitan dengan manusia. Kajian atau studi
di bidang akuntansi manajemen mendapat perhatian bagi riset akuntansi di bidang
keperilakuan. Kegagalan dalam hal pencapaian kinerja sebenarnya akibat dari
aspek keperilakuan. Perilaku (behavior) adalah tindakan-tindakan (actions) atau
reaksi (reaction) dari suatu objek atau organisme.
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) merupakan bidang yang sangat
luas. Dalam perkembangan riset empirisnya diawali dari bidang akuntansi
manajemen dan kemudian ke bidang lainnya. Dalam analisisnya banyak didukung
oleh teori yang ada di disiplin ilmu lainnya. Suatu hal yang menarik dalam mengkaji
bidang riset akuntansi keperilakuan ini adalah mengkaitkannya dengan akuntansi
manajemen (managerial accounting). Riset akuntansi keperilakuan dalam bidang
akuntansi manajemen yang pertama kali berkembang adalah isu budgeting.
B. Rumusan
masalah
Untuk mengetahui arti penting ilmu keperilakuan yang
mempengaruhi manajemen dalam pengambilan keputusan organisasi perusahaan.
C. Tujuan umum
1.
Pengertian umum dan menurut para ahli
2.
Dasar –Dasar Ilmu
Akuntansi Keperilakuan
3.
Menjelaskan mengenai
akuntansi adalah tentang manusia
4.
Menjelaskan akuntansi
adalah tindakan
5.
Menjelaskan lingkup
akuntansi keperilakuan
6.
Menjelaskan akuntansi
keperilakuan
7.
Menjelaskan lingkup
dan sasaran hasil ilmu keperilakuan
8.
Menjelaskan lingkup
dan sasaran hasil dari akuntansi keperilakuan
9.
Akuntansi Manajemen
10.
Keperilakuan dalam
Akuntansi Manajemen Budgeting
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Umum Akuntansi
Pengertian
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, meringkas,
mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan data transaksi, serta berbagai
aktivitas yang terkait dengan keuangan. Dengan adanya akuntasi maka akan
memudahkan seseorang dalam mengambil keputusan serta tujuan lainnya.
Bicara
tentang akuntansi sudah pasti berkaitan dengan angka-angka dan perhitungan
rumit sebagai bentuk pencatatan transaksi. Secara umum akuntansi dibutuhkan
dalam bisnis sebagai pelaporan keuangan perusahaan.
Pembuatan
laporan akuntansi dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan
perusahaan sesuai hasil analisis akuntansi. Pengertian akuntansi secara lebih
dalam akan dibahas pada artikel ini termasuk fungsi dan bidangnya.
B.
Pengertian Menurut Para Ahli
Secara bahasa
berdasarkan Wikipedia, pengertian akuntansi adalah bentuk interpretasi dari
keuangan perusahaan untuk mengukur dan menjabarkan kepastian mengenai informasi
yang berkaitan dengan keluar masuknya uang perusahaan.
1. Charles T. Horngren dan Walter T.
HarrisonMenurut Charles T. Horngren dan Walter T. Harrison, pengertian
akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses
data menjadi sebuah laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para
pengambil keputusan.
2. Littleton
Menurut Littleton, pengertian akuntansi adalah aktivitas yang bertujuan
untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi).
Definisi ini adalah inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang
dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.
3. Warren dkk
Menurut Warren dkk, pengertian akuntansi adalah sistem
informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
4. Rudianto
Menurut Rudianto, akuntansi adalah sistem informasi
yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai
aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.
5. C. West Churman
Menurut C. West Churman, pengertian akuntansi adalah
pengalaman tertulis yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengalaman
yang tersusun berharga bagi pembuatan pilihan.
6. Suparwoto L
Menurut Suparwoto L, pengertian akuntansi adalah suatu
sistem untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan memberikan hasil
pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak internal dan
eksternal perusahaan.
Pihak eksternal ini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat
buruh, dan lainnya.
7. Arnold
Menurut Arnold, akuntansi adalah suatu sistem untuk memberikan informasi
(terutama keuangan) kepada siapa saja yang harus membuat keputusan dan
mengendalikan penerapan keputusan tersebut.
8. Pengertian Akuntansi Menurut AAA
Menurut American Acounting Association (AAA), pengertian
akuntansi adalah sistem pengidentifikasian dan pengukuran untuk memberikan
laporan info ekonomi dan penilaiannya. Tujuan akuntansi seperti yang dijelaskan
dari Littleton adalah untuk melakukan perhitungan secara periodic pada usaha
atau cost terhadap hasil yang dicapai.
9. Pengertian Akuntansi Menurut ABP
Menurut Accounting Principle Board (APB) Statement no.
4 dalam Smith Skousen, akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang fadalah untuk
menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang memiliki sifat dalam
pengambilan keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang
logis di antara berbagai tindakan alternatif.
10. Pengertian Akuntansi Menurut AICPA
Menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA), definisi
akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan
beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian
yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Jadi, pengertian akuntansi
secara singkat adalah sistem dalam bisnis yang membahas tentang
keuangan dan bagaimana uang itu masuk dan digunakan. Jadi, akuntansi sangat
penting dalam bisnis sebagai analisis laba dan rugi.
C.
Dasar-Dasar Ilmu Akuntansi keprilakuan
1. Peran Tradisional Akuntansi
Peran
Tradisional Akuntansi merupakan sebuah disiplin ilmu yang memiliki fungsi untuk
menyediakan informasi yang relevant dan tepat waktu mengenai keadaan financial
dari sebuah organsisasi bisnis dan non-bisnis untuk mengarahkan pengguna
internal dan eksternal dalam mengambil keputusan ekonomi. Pada dasarnya , hal
yang membedakan adalah dimana Akuntansi Keuangan digunakan oleh pihak eksternal
dan terikat pada sebuah standar akuntansi yang berlaku baik GAAP maupun IFRS.
Sedangkan Akuntansi Manajemen digunakan oleh pihak internal dimana tidak ada
standar umum yang mengikat terhadap penerapan dari akuntansi manajemen.
Terakhir, Akuntansi Keperilakuan menjadi cabang yang berfokus pada hubungan
antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi yang dalam hal ini mencakup
Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan.
2.
Dimensi Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi
keperilakuan berada dibalik akuntansi tradisional yang berarti mengumpulkan,
mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi
akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desaian,
konstruksi, serta penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien.
Akuntansi keperilakuan dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia
dengan sistem akuntansi mencerminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam
suatu organisasi. Secara umum, lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi
menjadi tiga bidang besar. a. Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain,
konstruksi, dan penggunaan system akuntansi. Bidang dari akuntansi keperilakuan
ini mempunyai kaitan dengan sikap dan filosofi manajemen yang memengaruhi sifat
dasar pengendalian akuntansi yang berfungsi dalam organisasi.
3.
Akuntansi
Keperilakuan
Perluasan
Logis dari Peran Akuntansi Tradisional Pengambilan keputusan dengan menggunakan
laporan akuntansi akan dapat menjadi lebih baik jika laporan tersebut banyak
mengandung informasi yang relevan. Akuntan mengakui adannya fakta ini melalui
prinsip akuntansi yang dikenal dengan pengungkapan penuh (full disclosure).
Prinsip ini memerlukan penjelasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pengganti
dan penambah informasi guna mendukung laporan data keuangan perusahaan, tetapi
juga sebagai laporan yang menjelaskan kritik terhadap kejadian-kejadian
nonkeuangan. Informasi tambahan ini dilaporkan baik dalam suatu kerangka
laporan keuangan maupun dalam catatan atas laporan keuangan perusahaan.
Beberapa ahli membantah pernyataan bahwa informasi pada dimensi perilaku
organisasi adalah adalah tidak berguna bagi pengambil keputusan internal dan
eksternal. Kekuatan para akuntan telah diakui bahwa mereka memiliki pengalaman
selama berabad-abad, dimana mereka menjadi terbiasa dengan kebutuhan informasi
dari pemakai eksternal dan para manajer internal, proses keputusan bisnis yang
dibuat, dan berbagai data keuangan yang dilaporkan yang terkait dengan berbagai
jenis situasi keputusan. Oleh karena itu, para akuntan yang berkualitas akan
memilih gejala keperilakuan untuk melakukan penyelidikan, karena mereka
mengetahui bahwa data keperilakuan sangat berarti untuk melengkapi data
keuangan. Lebih lanjut lagi, para akuntan menjadi satu- satunya kelompok yang
secara logis mampu mengikutsertakan informasi keperilakuan ke dalam laporan
keuangan bisnis yang ada.
Perkembangan
Sejarah Akuntansi Keperilakuan Riset akuntasi keperilakuan merupakan suatu
bidang baru yang secara luas berhubungan dengan perilaku individu, kelompok,
dan organisasi bisnis, terutama yang berhubungan dengan proses informasi
akuntasi dan audit. Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu fenomena baru
yang sebetulnya dapat ditelusuri kembali pada awal tahun 1960-an, walaupun
sebetulnya dalam banyak hal riset tersebut dapat dilakukan lebih awal.
Riset
akuntansi keperilakuan meliputi masalah yang berhubungan dengan :
1). Pembuatan keputusan dan pertimbangan
oleh akuntan dan auditor.
2). Pengaruh dan fungsi akutansi seperti
partisipasi dalam penyusunan anggaran, karakteristik system informasi, dan
fungsi audit terhadap perilaku baik karyawan, manajer, investor, maupun wajib
pajak.
3). Pengaruh hasil dari informasi tersebut,
seperti informasi akuntansi dan penggunaan pertimbangan dalam pembuatan
keputusan. 2.4 Ruang Lingkup dan Tujuan Penelitiaan Keperilakuan Akuntansi
keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari
hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all.
1989) Istilah ilmu keprilakuan adalah penemuan yang relative baru. Ilmu
keprilakuan mencangkup biang riset manapun yang mempelajrinya baik melalui
metode obsevasi maupun esperimentasi, perilaku manusia dalam lingkunan fisik
maupun manual Ilmu keperilakuan adalah bagian dari ilmu social manusia. Ilmu
sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, sosiologi, ekonomi, sejarah,
politik, psikologi. Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada
pengukuran pendapatan dan biaya yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan
di masa lalu guna memprediksi masa depan. Mereka mengabaikan fakta bahwa
kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia dan kinerja masa
lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku di masa
depan.
D.
Mempertimbangkan aspek
keprilakuan terhadap akuntansi
1.
Akuntansi adalah
tentang manusia
Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan factor social secara
jelas didesain dalam aspek-aspek oprasional utama dari seluruh system
akuntansi. Dari pengalaman dan praktik banyak manajer dan akuntan telah
memperoleh pemahaman yang lebih dari sekedar aspek manusia dalam tugas mereka.
Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak system akuntansi masih dihadapkan pada
berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan penggunaan dan
penerimaan seluruh sistem akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan.
Pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang
hasil laporan mereka dan bukan atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas
terhadap efektivitas organisasi. Sebagian prosedur saat ini juga dapat
menimbulkan pembatasan yang tidak di inginkan terhadap inisiatif manajerial.
Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika semata-mata dibandingkan
dengan teknik organisasi yang lebih luas.
2.
Akuntansi adalah
tindakan
Di dalam perusahaan, semua anggota perusahaan mempunyai peran yang harus
dimainkan dalam mencapai tujuan perusahaan. Peran tersebut bergantung pada
seberapa besar porsi tanggung jawab dan rasa tanggung jawab anggota terhadap
rasa tanggung jawab pada perusahaan dihargai dalam bentuk penghargaan tertentu.
Dalam perusahaan, masing-masing mempunyai tujuan dan bertanggung jawab untuk
mencapai tujuan perusahaan tersebut. Kesadaran dapat terwujud manakala mematuhi
ketetapan dalam anggaran. Pencapaian tujuan dalam bentuk kuantitatif juga
merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota perusahaan dalam memenuhi
keinginan untuk mencapai tujuan dan sasaran informasi.
3.
Lingkup akuntansi
keprilakuan
Akuntansi keprilakuan berada dibalik peran akuntansi
tradisional yang berarti mengumpulkan, mengukur, mencatat dan melaporkan
informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi akuntansi berkaitan dengan
perilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi, serta penggunaan suatu
system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keprilakuan, dengan
mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi,
menceminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi.
Ruang lingkup
akuntansi keprilakuan sangat luas yang meliputi antara lain :
a.
Aplikasi dari konsep
ilmu keprilakuan terhadap disain kontruksi system akuntan sim
b.
Studi reaksi manusia
terhadap format dan isi laporan akuntansi.
c.
Dengan cara mana
informasi diproses untuk membantu pengambilan keputusan
d.
Pengembangan teknik
pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku-perilaku para pemakai data
e.
Pengembangan strategi
untuk motivasi dan mempengaruhi perilaku,cita-cita serta tujuan dari
orang-orang yang menjalankan organisasi pemakaian data.
Lingkup dari
akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi empat bidang besar :
a.
Pengaruh perilaku
manusia berdasarkan desain, kontruksi, dan penggunaan system akuntansi
b.
Pengaruh system akuntansi terhadap perilaku manusia
c.
Metode untuk
memprediksi dan strategi unuk mengubah perilaku manusia
d.
Akuntansi keperilakuan
: perluasan logis peran akuntansi tradisional
Pengambilan keputusan dengan menggunakan laporan akuntansi akan dapat
menjadi lebih baik jika laporan tersebut banyak mengandung informasi yang
relevan. Akuntan mengakui adanya fakta ini melalui prinsip akuntansi yang
dikenal dengan pengungkapan penuh ( full disclouser). Prinsip ini
memelukan penjelasan yang tidak hanya berfungsi sebagai
penggantian penambahan informasi guna mendukung laporan data
perusahaan. Tetapi juga sebagai laporan menjelaskan kritik terhadap
kejadian-kejadian non keuangan. Informasi tambahan dilaporkan baik dalam sebuah
kerangaka laporan keuangan atau dalam cacatan laporan keuangan
sehingga diperlukan suatu masukan informasi keprilakuan guna melengkapi data
keuangan dan data lain yang akan dilaporkan.
E. Lingkup dan
sasaran hasil ilmu keprilakuan
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang
mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel,
G. et all. 1989) Istilah ilmu keprilakuan adalah penemuan yang relative baru.
Ilmu keprilakuan mencangkup biang riset manapun yang mempelajrinya baik melalui
metode obsevasi maupun esperimentasi, perilaku manusia dalam lingkunan fisik
maupun manual Ilmu keperilakuan adalah bagian dari ilmu social manusia. Ilmu
sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, sosiologi, ekonomi, sejarah,
politik, psikologi.
F. Lingkup dan
sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan
Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan
dan biaya yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna
memprediksi masa depan. Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah
hasil masa lalu dari perilaku manusia dan kinerja masa lalu itu sendiri
merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku di masa depan. Mereka
melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu organisasi
harus diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, serta
cita-cita individu yang saling berhubungan dalam organisasi.
G. Akuntansi
Manajemen
Akuntansi manajemen adalah bagian dari akuntansi yang bertujuan membantu
manajer untuk menjalankan tiga fungsi pokoknya, yaitu perencanaan,
pengendalian, dan pengambilan keputusan. Kehadiran akuntansi manajemen atau
sistem informasi manajemen dalam perusahaan merupakan suatu sistem yang akan
memberikan informasi kepada manajemen untuk membantu pihak-pihak internal untuk
mencapai tujuan organisasinya.
Teknik-teknik dalam akuntansi manajemen membantu manajemen dalam menjalankan fungsi manajemen. Misalnya, menyusun anggaran (budget), melakukan analisis cost, volume, propit (CVP), analisis varian, dan pemilihan sistem pembebanan biaya yang tepat untuk penentuan harga jual. Pemilihan metode ini akan mempengaruhi keakuratan pembebanan biaya ke produk sehingga manajer dapat dengan tepat menentukan harga jual. Dengan demikian, dapat unggul dan bersaing dalam harga.
Teknik-teknik dalam akuntansi manajemen membantu manajemen dalam menjalankan fungsi manajemen. Misalnya, menyusun anggaran (budget), melakukan analisis cost, volume, propit (CVP), analisis varian, dan pemilihan sistem pembebanan biaya yang tepat untuk penentuan harga jual. Pemilihan metode ini akan mempengaruhi keakuratan pembebanan biaya ke produk sehingga manajer dapat dengan tepat menentukan harga jual. Dengan demikian, dapat unggul dan bersaing dalam harga.
Penilaian
kinerja manajer saat ini sudah mulai mengalami pergeseran. Jika dahulu menilai
kinerja seorang manajer cukup hanya dari perspektif keuangan, tetapi sekarang
untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif harus dari dua perspektif
yang dikenal dengan istilah balanced scorecard. Penilaian kinerja akan
dilakukan dari dua sisi, yaitu keuangan (financial) dan non financial seperti
penilaian pelanggan/ customer, pertumbuhan dan pembelajaran, serta proses
bisnis internal.
Akuntansi manajemen sangat erat berkaitan dengan manusia. Kajian atau studi
di bidang akuntansi manajemen mendapat perhatian bagi riset akuntansi di bidang
keperilakuan.
H.
Keperilakuan dalam Akuntansi Manajemen Budgeting
Budgeting merupakan bagian dari materi akuntansi manajemen, yang memegang
peranan dalam perencanaan dan pengendalian sebagai dua bagian yang tak
terpisahkan. Perencanan berarti melihat ke depan, yang mengandung pengertian
yaitu menentukan tidakan-tindakan apa yang harus dilakukan untuk merealisasikan
tujuan tertentu. Sebaliknya, pengendalian adalah melihat ke belakang yang
berarti menilai apa yang telah dihasilkan dan membandingkan dengan rencana yang
telah disusun. Adapun tujuan anggaran adalah memberikan informasi yang dapat
meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, sebagai standar bagi evaluasi
kinerja dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antarbagian. Anggaran yang
disusun berupa anggaran operasi (seperti anggaran penjualan, produksi,
pembelian bahan, tenaga kerja, overhead, beban penjualan dan administrasi,
persediaan akhir, serta harga pokok penjualan) dan anggaran keuangan (seperti
anggaran arus kas, neraca, dan pengeluaran modal). Anggaran digunakan untuk
mengontrol kinerja pekerja, yang paling sederhana meliputi empat langkah
berikut:
1.
Penetapan standar oleh
manajemen
2.
Penetapan standar oleh
kelompok yang dikontrol
3.
Kinerja operasi
4.
Pelaporan hasil dengan
ganjaran positif atau negatif ditentukan oleh manajemen
Dalam
managerial accounting dibagi ke dalam tiga kategori luas, yaitu sebagai
berikut.:
1.
Usaha untuk menentukan
model bagi seluruh bagian subsistem manusia
2.
Investigasi ke dalam
dimensi behavioral dari proses kontrol manajemen
3.
Studi dari sudut
pandang behavioral tentang efek karakteristik perusahaan terhadap bentuk dan
fungsi sistem informasi manajemen.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
·
pengertian akuntansi secara singkat adalah
sistem dalam bisnis yang membahas tentang keuangan dan bagaimana uang itu masuk
dan digunakan. Jadi, akuntansi sangat penting dalam bisnis sebagai analisis
laba dan rugi.
·
Ilmu pengetahuan
keperilakuan mempunyai kaitan dengan menjelaskan dan memperediksi
mengenai keprilakuan manusia.
·
Akuntansi keprilakuan
menghubungkan antara keprilakuan manusia dan akuntansi.
·
Ilmu keprilakuan merupakan
bagian dari ilmu social.
·
Akuntansi ilmu keprilakuan
merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keprilakuan.
·
Akuntansi keprilakuan
praktis digunakan dan diterapkan dengan menggunakan riset ilmu
keprilakuan untuk menjelaskan dan memperediksi perilaku sistem manajeria suatu
perusahaan.
·
Akuntansi manajemen
erat kaitannya dengan perilaku manusia yangberpengaruh pada komitmen
organisasi atau perusahaan dan gaya kepemimpinan terhadap hubungan
antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.
DAFTAR PUSTAKA
Ishak, Muhammad, Arfan Ikhsan. 2005.Akuntansi Keprilakuan.Jakarta:Salemba
Empat
Ashton, D.; T. Hopper; dan R.W. Scapens. The Changing Nature of Issues in
Management Accounting. Current Issues In ManagementAccounting, 1984
Fisher, J.G. Contingency Theory, Management Control System and Firm
Outcome: Past Results and Future Directions. Behavioral Research in Accounting
Gordon, L.A. dan V.K. Narayanan. Management Accounting System,Perceived
Environmental Uncertainty and Organization Structure.An Empirical
Investigation.Accounting Organizations and Society.
Hirst, M.K. The Effect of Setting Budget Goals and Task Uncertainty on
Performance: A theoretical Analysis. The Accounting Review,October 1987. 774 –
784

No comments:
Post a Comment