Saturday, August 24, 2019


Ilmu Akuntansi Keperilakuan

Dibuat untuk memenuhi tugas PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2019











Disusun Oleh :
Ifah Sarifatusya’adah
S1 Akuntansi
Kelompok 2 (Suku Mandailing Sumatra Utara)




FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
2019-2020

KATA PENGANTAR
            Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena saya dapat diberikan kesempatan untuk membuat makalah Akuntansi yang berjudul Ilmu Akuntasi Keprilakuan. Saya berharap makalah ini dapat menjadi acuan dan pembelajaran bagi diri saya sendiri dan juga bagi mahasiswa/I lain untuk terus memahami dan mengetahui tentang Ilmu Akuntansi Keprilakuan. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan demi perbaikan-perbaikan kedepannya.

Karawang, 24 Agustus 2019

Ifah Sarifatusya’adah



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………. i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang ………………………………………………………………………………. 1
B.      Rumusan Masalah …………………………………………………………………………. 1
C.      Maksud dan Tujuan Umum …..……………………………………………………….. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.      Pengertian Umum Akuntansi………………………………………………………….. 3
B.      Pengertian Menurut Para Ahli………………………………………………………… 3
C.      Dasar-Dasar Ilmu Akuntansi keprilakuan……………………………………….. 5
D.     Mempertimbangkan aspek keprilakuan terhadap akuntansi………….. 7
E.      Lingkup dan sasaran hasil ilmu keprilakuan……………………………………. 9
F.       Lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan…………………….. 9
G.     Akuntansi Manajemen……………………………………………………………………. 9
H.     Keperilakuan dalam Akuntansi Manajemen Budgeting………………….. 10
BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
                                                 
A. Latar belakang
Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi karena proses dari akuntansi manajemen akan menghasilkan informasi. Pembuat informasi atau pengguna sistem informasi adalah manusia (bisa para manajer, investor, pemerintah, dan user lainnya yang berkepentingan dengan informasi tersebut). Keberhasilan suatu sistem informasi tak lepas dari perilaku manusianya. Perkembangan akuntansi tak lepas dari perilaku. Mendesaknya kebutuhan akuntansi dan pentingnya peranan manusia dalam bidang akuntansi maka dengan mengadopsi bidang-bidang ilmu lainnya, seperti ilmu psikologi dan sosial, lahirlah akuntansi keperilakuan. Akuntansi keperilakuan akhirnya diakui keberadaannya dan banyak bukti empiris yang dihasilkan oleh para peneliti yang ikut memperkuat bidang akuntansi keperilakuan.
Akuntansi manajemen sangat erat berkaitan dengan manusia. Kajian atau studi di bidang akuntansi manajemen mendapat perhatian bagi riset akuntansi di bidang keperilakuan. Kegagalan dalam hal pencapaian kinerja sebenarnya akibat dari aspek keperilakuan. Perilaku (behavior) adalah tindakan-tindakan (actions) atau reaksi (reaction) dari suatu objek atau organisme.
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) merupakan bidang yang sangat luas. Dalam perkembangan riset empirisnya diawali dari bidang akuntansi manajemen dan kemudian ke bidang lainnya. Dalam analisisnya banyak didukung oleh teori yang ada di disiplin ilmu lainnya. Suatu hal yang menarik dalam mengkaji bidang riset akuntansi keperilakuan ini adalah mengkaitkannya dengan akuntansi manajemen (managerial accounting). Riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi manajemen yang pertama kali berkembang adalah isu budgeting.

B. Rumusan masalah
Untuk mengetahui arti penting  ilmu keperilakuan yang mempengaruhi manajemen dalam pengambilan keputusan organisasi perusahaan.

C. Tujuan umum
1.       Pengertian umum dan menurut para ahli
2.       Dasar –Dasar Ilmu Akuntansi Keperilakuan
3.       Menjelaskan mengenai akuntansi adalah tentang manusia
4.       Menjelaskan akuntansi adalah tindakan
5.       Menjelaskan lingkup akuntansi keperilakuan
6.       Menjelaskan akuntansi keperilakuan
7.       Menjelaskan lingkup dan sasaran hasil ilmu keperilakuan
8.       Menjelaskan lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keperilakuan
9.       Akuntansi Manajemen
10.    Keperilakuan dalam Akuntansi Manajemen Budgeting



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Umum Akuntansi
Pengertian Akuntansi adalah suatu proses mencatat, meringkas, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan data transaksi, serta berbagai aktivitas yang terkait dengan keuangan. Dengan adanya akuntasi maka akan memudahkan seseorang dalam mengambil keputusan serta tujuan lainnya.
Bicara tentang akuntansi sudah pasti berkaitan dengan angka-angka dan perhitungan rumit sebagai bentuk pencatatan transaksi. Secara umum akuntansi dibutuhkan dalam bisnis sebagai pelaporan keuangan perusahaan.
Pembuatan laporan akuntansi dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan perusahaan sesuai hasil analisis akuntansi. Pengertian akuntansi secara lebih dalam akan dibahas pada artikel ini termasuk fungsi dan bidangnya.
B.      Pengertian Menurut Para Ahli
Secara bahasa berdasarkan Wikipedia, pengertian akuntansi adalah bentuk interpretasi dari keuangan perusahaan untuk mengukur dan menjabarkan kepastian mengenai informasi yang berkaitan dengan keluar masuknya uang perusahaan.
1.      Charles T. Horngren dan Walter T.
HarrisonMenurut Charles T. Horngren dan Walter T. Harrison, pengertian akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi sebuah laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
2.      Littleton
Menurut Littleton, pengertian akuntansi adalah aktivitas yang bertujuan untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Definisi ini adalah inti dari teori akuntansi dan merupakan ukuran yang dijadikan sebagai rujukan dalam mempelajari akuntansi.

3.      Warren dkk
Menurut Warren dkk, pengertian akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
4.      Rudianto
Menurut Rudianto, akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu badan usaha.
5.      C. West Churman
Menurut C. West Churman, pengertian akuntansi adalah pengalaman tertulis yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengalaman yang tersusun berharga bagi pembuatan pilihan.
6.      Suparwoto L
Menurut Suparwoto L, pengertian akuntansi adalah suatu sistem untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan memberikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak internal dan eksternal perusahaan.
Pihak eksternal ini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh, dan lainnya.
7.      Arnold
Menurut Arnold, akuntansi adalah suatu sistem untuk memberikan informasi (terutama keuangan) kepada siapa saja yang harus membuat keputusan dan mengendalikan penerapan keputusan tersebut.
8.      Pengertian Akuntansi Menurut AAA
Menurut American Acounting Association (AAA), pengertian akuntansi adalah sistem pengidentifikasian dan pengukuran untuk memberikan laporan info ekonomi dan penilaiannya. Tujuan akuntansi seperti yang dijelaskan dari Littleton adalah untuk melakukan perhitungan secara periodic pada usaha atau cost terhadap hasil yang dicapai.
9.      Pengertian Akuntansi Menurut ABP
Menurut Accounting Principle Board (APB) Statement no. 4 dalam Smith Skousen, akuntansi adalah suatu aktivitas jasa yang fadalah untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang memiliki sifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis di antara berbagai tindakan alternatif.
10.  Pengertian Akuntansi Menurut AICPA
Menurut American Insitute of Certified Public Accounting (AICPA), definisi akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Jadi, pengertian akuntansi secara singkat adalah sistem dalam bisnis yang membahas tentang keuangan dan bagaimana uang itu masuk dan digunakan. Jadi, akuntansi sangat penting dalam bisnis sebagai analisis laba dan rugi.

C.      Dasar-Dasar Ilmu Akuntansi keprilakuan
1.      Peran Tradisional Akuntansi
Peran Tradisional Akuntansi merupakan sebuah disiplin ilmu yang memiliki fungsi untuk menyediakan informasi yang relevant dan tepat waktu mengenai keadaan financial dari sebuah organsisasi bisnis dan non-bisnis untuk mengarahkan pengguna internal dan eksternal dalam mengambil keputusan ekonomi. Pada dasarnya , hal yang membedakan adalah dimana Akuntansi Keuangan digunakan oleh pihak eksternal dan terikat pada sebuah standar akuntansi yang berlaku baik GAAP maupun IFRS. Sedangkan Akuntansi Manajemen digunakan oleh pihak internal dimana tidak ada standar umum yang mengikat terhadap penerapan dari akuntansi manajemen. Terakhir, Akuntansi Keperilakuan menjadi cabang yang berfokus pada hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi yang dalam hal ini mencakup Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan.
2.      Dimensi Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan berada dibalik akuntansi tradisional yang berarti mengumpulkan, mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desaian, konstruksi, serta penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keperilakuan dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi mencerminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi. Secara umum, lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga bidang besar. a. Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, konstruksi, dan penggunaan system akuntansi. Bidang dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai kaitan dengan sikap dan filosofi manajemen yang memengaruhi sifat dasar pengendalian akuntansi yang berfungsi dalam organisasi.
3.      Akuntansi Keperilakuan
Perluasan Logis dari Peran Akuntansi Tradisional Pengambilan keputusan dengan menggunakan laporan akuntansi akan dapat menjadi lebih baik jika laporan tersebut banyak mengandung informasi yang relevan. Akuntan mengakui adannya fakta ini melalui prinsip akuntansi yang dikenal dengan pengungkapan penuh (full disclosure). Prinsip ini memerlukan penjelasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pengganti dan penambah informasi guna mendukung laporan data keuangan perusahaan, tetapi juga sebagai laporan yang menjelaskan kritik terhadap kejadian-kejadian nonkeuangan. Informasi tambahan ini dilaporkan baik dalam suatu kerangka laporan keuangan maupun dalam catatan atas laporan keuangan perusahaan. Beberapa ahli membantah pernyataan bahwa informasi pada dimensi perilaku organisasi adalah adalah tidak berguna bagi pengambil keputusan internal dan eksternal. Kekuatan para akuntan telah diakui bahwa mereka memiliki pengalaman selama berabad-abad, dimana mereka menjadi terbiasa dengan kebutuhan informasi dari pemakai eksternal dan para manajer internal, proses keputusan bisnis yang dibuat, dan berbagai data keuangan yang dilaporkan yang terkait dengan berbagai jenis situasi keputusan. Oleh karena itu, para akuntan yang berkualitas akan memilih gejala keperilakuan untuk melakukan penyelidikan, karena mereka mengetahui bahwa data keperilakuan sangat berarti untuk melengkapi data keuangan. Lebih lanjut lagi, para akuntan menjadi satu- satunya kelompok yang secara logis mampu mengikutsertakan informasi keperilakuan ke dalam laporan keuangan bisnis yang ada.
Perkembangan Sejarah Akuntansi Keperilakuan Riset akuntasi keperilakuan merupakan suatu bidang baru yang secara luas berhubungan dengan perilaku individu, kelompok, dan organisasi bisnis, terutama yang berhubungan dengan proses informasi akuntasi dan audit. Riset akuntansi keperilakuan merupakan suatu fenomena baru yang sebetulnya dapat ditelusuri kembali pada awal tahun 1960-an, walaupun sebetulnya dalam banyak hal riset tersebut dapat dilakukan lebih awal.
Riset akuntansi keperilakuan meliputi masalah yang berhubungan dengan :
1). Pembuatan keputusan dan pertimbangan oleh akuntan dan auditor.
2). Pengaruh dan fungsi akutansi seperti partisipasi dalam penyusunan anggaran, karakteristik system informasi, dan fungsi audit terhadap perilaku baik karyawan, manajer, investor, maupun wajib pajak.
3). Pengaruh hasil dari informasi tersebut, seperti informasi akuntansi dan penggunaan pertimbangan dalam pembuatan keputusan. 2.4 Ruang Lingkup dan Tujuan Penelitiaan Keperilakuan Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989) Istilah ilmu keprilakuan adalah penemuan yang relative baru. Ilmu keprilakuan mencangkup biang riset manapun yang mempelajrinya baik melalui metode obsevasi maupun esperimentasi, perilaku manusia dalam lingkunan fisik maupun manual Ilmu keperilakuan adalah bagian dari ilmu social manusia. Ilmu sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, sosiologi, ekonomi, sejarah, politik, psikologi. Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan dan biaya yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksi masa depan. Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku di masa depan.

D.     Mempertimbangkan aspek keprilakuan terhadap akuntansi
1.      Akuntansi adalah tentang manusia
            Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan factor social secara jelas didesain dalam aspek-aspek oprasional utama dari seluruh system akuntansi. Dari pengalaman dan praktik banyak manajer dan akuntan telah memperoleh pemahaman yang lebih dari sekedar aspek manusia dalam tugas mereka. Bagaimanapun harus diakui bahwa banyak system akuntansi masih dihadapkan pada berbagai kesulitan manusia yang tidak terhitung, bahkan penggunaan dan penerimaan seluruh sistem akuntansi terkadang dapat menjadi meragukan. Pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan dilakukan atas dasar sudut pandang hasil laporan mereka dan bukan atas dasar kontribusi mereka yang lebih luas terhadap efektivitas organisasi. Sebagian prosedur saat ini juga dapat menimbulkan pembatasan yang tidak di inginkan terhadap inisiatif manajerial. Prosedur dapat menjadi tujuan akhir itu sendiri jika semata-mata dibandingkan dengan teknik organisasi yang lebih luas.


2.      Akuntansi adalah tindakan
Di dalam perusahaan, semua anggota perusahaan mempunyai peran yang harus dimainkan dalam mencapai tujuan perusahaan. Peran tersebut bergantung pada seberapa besar porsi tanggung jawab dan rasa tanggung jawab anggota terhadap rasa tanggung jawab pada perusahaan dihargai dalam bentuk penghargaan tertentu. Dalam perusahaan, masing-masing mempunyai tujuan dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Kesadaran dapat terwujud manakala mematuhi ketetapan dalam anggaran. Pencapaian tujuan dalam bentuk kuantitatif juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota perusahaan dalam memenuhi keinginan untuk mencapai tujuan dan sasaran informasi.
3.      Lingkup akuntansi keprilakuan
           Akuntansi keprilakuan berada dibalik peran akuntansi tradisional yang berarti mengumpulkan, mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desain, konstruksi, serta penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keprilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi, menceminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi.
Ruang lingkup akuntansi keprilakuan sangat luas yang meliputi antara lain :
a.      Aplikasi dari konsep ilmu keprilakuan terhadap disain kontruksi system akuntan sim 
b.      Studi reaksi manusia terhadap format dan isi laporan akuntansi.
c.       Dengan cara mana informasi diproses untuk membantu pengambilan keputusan
d.      Pengembangan teknik pelaporan yang dapat mengkomunikasikan perilaku-perilaku para pemakai data
e.      Pengembangan strategi untuk motivasi dan mempengaruhi perilaku,cita-cita serta tujuan dari orang-orang yang menjalankan organisasi pemakaian data.

Lingkup dari akuntansi  keperilakuan dapat dibagi menjadi empat bidang besar :
a.      Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, kontruksi, dan penggunaan system akuntansi
b.      Pengaruh system akuntansi terhadap perilaku manusia
c.       Metode untuk memprediksi dan strategi unuk mengubah perilaku manusia
d.      Akuntansi keperilakuan : perluasan logis peran akuntansi tradisional

Pengambilan keputusan dengan menggunakan laporan akuntansi akan dapat menjadi lebih baik jika laporan tersebut banyak mengandung informasi yang relevan. Akuntan mengakui adanya fakta ini melalui prinsip akuntansi yang dikenal dengan pengungkapan penuh ( full disclouser). Prinsip ini memelukan penjelasan yang tidak hanya berfungsi sebagai penggantian penambahan informasi guna mendukung laporan data perusahaan. Tetapi juga sebagai laporan menjelaskan kritik terhadap kejadian-kejadian non keuangan. Informasi tambahan dilaporkan baik dalam sebuah kerangaka laporan keuangan atau dalam cacatan laporan keuangan sehingga diperlukan suatu masukan informasi keprilakuan guna melengkapi data keuangan dan data lain yang akan dilaporkan.
E. Lingkup dan sasaran hasil ilmu keprilakuan
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et all. 1989) Istilah ilmu keprilakuan adalah penemuan yang relative baru. Ilmu keprilakuan mencangkup biang riset manapun yang mempelajrinya baik melalui metode obsevasi maupun esperimentasi, perilaku manusia dalam lingkunan fisik maupun manual Ilmu keperilakuan adalah bagian dari ilmu social manusia. Ilmu sosial meliputi disiplin ilmu antropologi, sosiologi, ekonomi, sejarah, politik, psikologi.
F. Lingkup dan sasaran hasil dari akuntansi keprilakuan
Pada masa lalu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan dan biaya yang mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksi masa depan. Mereka mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia dan kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku di masa depan. Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu organisasi harus diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, serta cita-cita individu yang saling berhubungan dalam organisasi.

G. Akuntansi Manajemen
            Akuntansi manajemen adalah bagian dari akuntansi yang bertujuan membantu manajer untuk menjalankan tiga fungsi pokoknya, yaitu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Kehadiran akuntansi manajemen atau sistem informasi manajemen dalam perusahaan merupakan suatu sistem yang akan memberikan informasi kepada manajemen untuk membantu pihak-pihak internal untuk mencapai tujuan organisasinya.
Teknik-teknik dalam akuntansi manajemen membantu manajemen dalam menjalankan fungsi manajemen. Misalnya, menyusun anggaran (budget), melakukan analisis cost, volume, propit (CVP), analisis varian, dan pemilihan sistem pembebanan biaya yang tepat untuk penentuan harga jual. Pemilihan metode ini akan mempengaruhi keakuratan pembebanan biaya ke produk sehingga manajer dapat dengan tepat menentukan harga jual. Dengan demikian, dapat unggul dan bersaing dalam harga.
Penilaian kinerja manajer saat ini sudah mulai mengalami pergeseran. Jika dahulu menilai kinerja seorang manajer cukup hanya dari perspektif keuangan, tetapi sekarang untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif harus dari dua perspektif yang dikenal dengan istilah balanced scorecard. Penilaian kinerja akan dilakukan dari dua sisi, yaitu keuangan (financial) dan non financial seperti penilaian pelanggan/ customer, pertumbuhan dan pembelajaran, serta proses bisnis internal.
Akuntansi manajemen sangat erat berkaitan dengan manusia. Kajian atau studi di bidang akuntansi manajemen mendapat perhatian bagi riset akuntansi di bidang keperilakuan.

H. Keperilakuan dalam Akuntansi Manajemen Budgeting
Budgeting merupakan bagian dari materi akuntansi manajemen, yang memegang peranan dalam perencanaan dan pengendalian sebagai dua bagian yang tak terpisahkan. Perencanan berarti melihat ke depan, yang mengandung pengertian yaitu menentukan tidakan-tindakan apa yang harus dilakukan untuk merealisasikan tujuan tertentu. Sebaliknya, pengendalian adalah melihat ke belakang yang berarti menilai apa yang telah dihasilkan dan membandingkan dengan rencana yang telah disusun. Adapun tujuan anggaran adalah memberikan informasi yang dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, sebagai standar bagi evaluasi kinerja dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antarbagian. Anggaran yang disusun berupa anggaran operasi (seperti anggaran penjualan, produksi, pembelian bahan, tenaga kerja, overhead, beban penjualan dan administrasi, persediaan akhir, serta harga pokok penjualan) dan anggaran keuangan (seperti anggaran arus kas, neraca, dan pengeluaran modal). Anggaran digunakan untuk mengontrol kinerja pekerja, yang paling sederhana meliputi empat langkah berikut:
1.      Penetapan standar oleh manajemen
2.      Penetapan standar oleh kelompok yang dikontrol  
3.      Kinerja operasi
4.      Pelaporan hasil dengan ganjaran positif atau negatif ditentukan oleh manajemen

Dalam managerial accounting dibagi ke dalam tiga kategori luas, yaitu sebagai berikut.:
1.      Usaha untuk menentukan model bagi seluruh bagian subsistem manusia
2.      Investigasi ke dalam dimensi behavioral dari proses kontrol manajemen
3.      Studi dari sudut pandang behavioral tentang efek karakteristik perusahaan terhadap bentuk dan fungsi sistem informasi manajemen.



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
·         pengertian akuntansi secara singkat adalah sistem dalam bisnis yang membahas tentang keuangan dan bagaimana uang itu masuk dan digunakan. Jadi, akuntansi sangat penting dalam bisnis sebagai analisis laba dan rugi.
·         Ilmu pengetahuan keperilakuan  mempunyai kaitan dengan menjelaskan dan memperediksi mengenai keprilakuan manusia.
·         Akuntansi keprilakuan menghubungkan antara keprilakuan  manusia dan akuntansi.
·         Ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu social.
·         Akuntansi ilmu keprilakuan merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keprilakuan.
·         Akuntansi keprilakuan praktis digunakan dan diterapkan dengan menggunakan riset ilmu keprilakuan untuk menjelaskan dan memperediksi perilaku sistem manajeria suatu perusahaan.
·         Akuntansi manajemen erat kaitannya dengan perilaku manusia yangberpengaruh pada komitmen organisasi atau perusahaan dan gaya kepemimpinan terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.















DAFTAR PUSTAKA


Ishak, Muhammad, Arfan Ikhsan. 2005.Akuntansi Keprilakuan.Jakarta:Salemba Empat


Ashton, D.; T. Hopper; dan R.W. Scapens. The Changing Nature of Issues in Management Accounting. Current Issues In ManagementAccounting, 1984

Fisher, J.G. Contingency Theory, Management Control System and Firm Outcome: Past Results and Future Directions. Behavioral Research in Accounting

Gordon, L.A. dan V.K. Narayanan. Management Accounting System,Perceived Environmental Uncertainty and Organization Structure.An Empirical Investigation.Accounting Organizations and Society.

Hirst, M.K. The Effect of Setting Budget Goals and Task Uncertainty on Performance: A theoretical Analysis. The Accounting Review,October 1987. 774 – 784

No comments:

Post a Comment